Kisah Pejuang Penjaga Menara Suar dan Tapal Batas Di Perbatasan RI – Australia

 
 
Maluku – Focusflash.co.id – Kesetiaan Elkana Amarduan (62) menjaga negaranya memang patut diacungi jempol. Pria yang akrab disapa Eli ini sudah 21 tahun menjaga perbatasan Republik Indonesia (RI) – Australia di Pulau Selaru, Provinsi Maluku. Ia tidak digaji oleh pemerintah atau pihak manapun.
“Sudah 23 tahun saya jaga dua aset negara ini, menara suar dan tapal batas, tanpa digaji baik dari pemerintah desa maupun pihak mana saja. Saya lakukan ini dengan suka rela,” ungkap Eli.
 
Menara suar milik Kementerian Perhubungan RI itu sendiri dibangun pada 1996 dan rampung pada 1997, setahun kemudian lampu suar dinyalakan. Awalnya, Eli diberikan tanggung jawab oleh Kepala Dusun Eliasa saat itu untuk menjaga menara berukuran 35 meter dan diameter 6 tersebut.
 
Pemerintah Desa Eliasa berencana diketahui bakal menarik kunci suar tersebut dari Eli dan menghargainya dengan upah menjual karcis. Meskipun masih belum rela, Eli berharap sedikit perhatian pemerintah atas jerih lelahnya selama puluhan tahun menjaga perbatasan negara.
“Insyaallah jika memang terjawab seperti itu. Tapi kalau dari pemerintah baik dari Kabupaten sampai ke pusat tidak perhatikan juga. Biarlah saya bertahan apa adanya. Sebab menara ini dibangun diatas petuanan dan didalam dusun saya,” ujar Eli
 
Terlebih, aset negara itu dibangun di atas lahan (dusun) miliknya. Walaupun belum mendapatkan perhatian dari pemerintah, Eli akan tetap menjaga serta merawat suar itu dari tangan-tangan jahil.
“Saya harus mengambil inisiatif, jangan sampai segelintir orang yang merencanakan kejahatan terhadap kedua aset ini, maka pasti saya yang dituduh. Saya merasa punya tanggung jawab sejak 1998 sampai hari ini. Karena kepercayaan yang diberikan dari Kepala Dusun untuk saya,” tuturnya.
 
Sejak dibangun sampai saat ini, tak ada perhatian dari Pemerintah. Dari atas menara tersebut, kita dapat melihat siluet Kota Darwin (Australia) saat air laut sedang surut.
 
 
  • Editor : Zecky Van Deplo 
  • Sumber : @para_petarung

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *